Tarif PPH 23 Berikut Pengertian Lengkap dan Tarif Pajak yang Berlaku

7/17/23, 2:59 PM
Tarif PPH 23 Berikut Pengertian Lengkap dan Tarif Pajak yang Berlaku

Banyak jenis pajak yang dikenal oleh masyarakat umum, salah satunya adalah tarif PPH 23. Tarif PPH 23 merupakan salah satu jenis pajak penghasilan yang dikenakan atas adanya penghasilan dalam jumlah tertentu. Pajak ini memiliki peraturan khusus mengenai tarif yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

Pengertian Tarif PPH 23

Tarif PPH 23 atau dikenal sebagai Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan pajak yang dikenakan karena adanya penghasilan. Penghasilan ini bisa dikategorikan sebagai bentuk sewa, penggunaan, atau pengalihan hak atas barang maupun jasa tertentu. Tarif PPH 23 bervariasi dan bergantung pada jenis penghasilan yang diterima nantinya. Adanya PPH 23 ini ditetapkan dan diatur oleh pemerintah khususnya dirjen pajak Indonesia.

Wajib pajak PPH 23 dapat ditujukan pada individu ataupun badan usaha. Contoh kasus yang dimaksudkan, seperti penghasilan yang berasal dari sewa gedung yang dimiliki oleh perusahaan maka perusahaan tersebut merupakan wajib pajak PPH 23. Namun, apabila penghasilan berasal dari sewa properti pribadi, maka individu tersebut yang memiliki hak milik property tersebut akan menjadi wajib pajak PPH 23.

Ruang Lingkup Tarif PPH 23

Jenis penghasilan yang dikenai dengan PPH 23 meliputi sewa gedung atau bagunan, royalty, jasa teknik dan konsultan, jasa pemasaran, dan penghasilan lain yang relevan. Tarif PPH 23 bukan dikenakan pada semua jenis penghasilan, melainkan hanya pada jenis-jenis tertentu sesuai dengan ketentuan dan ketetapan pada peraturan perpajakan. Berikut klasifikasi penghasilan PPH 23:

  1. Sewa gedung atau bagunan
    Penghasilan dari sewa gedung atau bagunan termasuk ke dalam persewaan ruang kantor, ruang pameran, atau pusat perbelanjaan yang akan dikenai tarif PPH 23. Tarif yang berlaku untuk penghasilan sewa gedung atau bangunan biasanya adalah 2% dari total bruto penghasilan.
  2. Royalty
    Royalty merupakan pembayaran yang diterima sebagai imbalan atas penggunaan atau pemanfaatan hak atas kekayaan intelektual, seperti hak cipta, paten, maupun merek dagang. Tarif yang dikenai pada royalti sebesar 4% dari total bruto penghasilan.
  3. Jasa teknik dan konsultan
    Jasa teknik dan konsultan mencakup jasa perekayasaan, arsitektur, konsultan manajemen, dan jasa-jasa serupa. Contoh pada klasifikasi ini adalah salah satunya honorarium yang diterima oleh perusahaan konsultan teknik. Biaya PPH 23 pada klasifikasi ini dikenai 4% dari total bruto penghasilan.
  4. Jasa pemasaran
    Jasa pemasaran mencakup dari kegiatan promosi, iklan, dan distribusi produk. Contoh yang dimaksudkan ialah komisi yang diterima oleh perusahaan pemasaran. Biaya yang diatur dalam PPH 23 pada jasa pemasaran umumnya dikenai biaya sebesar 2% dari total bruto penghasilan.

Tarif PPH 23 memiliki perubahan dari waktu ke waktu. Dan setiap jenis penghasilan juga akan memiliki peraturan atau tarif yang berbeda tergantung dengan kebijakan pada peraturan perpajakan yang saat itu berlaku. Oleh karena itu, anda wajib selalu memeriksa dan mengikuti peraturan terbaru. Anda juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli perpajakan agar memastikan kepatuhan pada peraturan tepat sasaran dan sesuai.

Dengan adanya artikel ini, harapannya anda dapat paham mengenai tarif PPH 23 sehingga anda bisa melakukan pengelolaan dengan baik dan bisa mematuhi kewajiban pajak yang berlaku dan berkaitan dengan penghasilan yang anda terima.