5 Penerapan AI di Bidang Pendidikan, Ternyata Dapat Membantu!

9/7/23, 7:49 AM
5 Penerapan AI di Bidang Pendidikan, Ternyata Dapat Membantu!

Perkembangan teknologi yang kian deras membuat penerapan AI di bidang pendidikan banyak dicanangkan. Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan yang melejit di seluruh dunia setelah kemunculan ChatGPT pada 2018 lalu.

Berdasarkan data ranking pendidikan dunia, Denmark menempati urutan pertama sebagai negara yang punya sistem pendidikan terbaik. Kemudian ada Korea Selatan di urutan kedua, disusul Belanda, Jerman, dan Irlandia.

Lantas, pendidikan Indonesia menempati urutan ke-67 dari sebanyak 203 negara di dunia. Data tersebut dari situs WorldTop20.org 2023. Sehingga, contoh AI di pendidikan secara nyata belum tampak jelas di Indonesia.

Meski begitu, rencana menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor pendidikan sudah Indonesia rencanakan. Menurut laman resmi Kemdikbud, setidaknya ada beberapa penerapan yang sangat mungkin terjadi.

Apa Saja Penerapan AI di Bidang Pendidikan?

Adanya perkembangan artificial intelligence dalam pendidikan, bidang ini mesti mampu beradaptasi menggunakannya, tanpa mengesampingkan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Aplikasi AI untuk pendidikan berada di dalam proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik.

Lantas, jika pembelajaran menggunakan AI, bagaimana posisi guru saat pembelajaran? Guru lebih fokus sebagai tutor yang mengarahkan siswa belajar bersama AI. Sehingga, proses pembelajaran menitikberatkan peran siswa itu sendiri.

Kabar baiknya, hal ini senada dengan cita-cita Kurikulum Merdeka yang berlaku dalam pendidikan di Indonesia. Berikut ini beberapa penerapan AI di bidang pendidikan menurut Kemdikbud.

1. Virtual Mentor

Penerapan AI sehari-hari sebenarnya sering kita gunakan, seperti contohnya pada fitur virtual assistant smartphone, media sosial, search engine, dan berbagai platform lain. Sedangkan di pendidikan, peran AI sebagai virtual mentor cerdas.

Virtual mentor ini harapannya siswa menjadi jauh lebih tertarik saat mempelajari materi. Penerapannya, siswa memiliki imajinasi yang baik dan berkembang, yang mana meningkatkan kreativitas secara keseluruhan.

Contoh penerapan nyata di luar negeri adalah alat yang bernama blackboard, alat ini sudah banyak diterapkan terutama di Amerika dan Eropa. Memiliki fungsi sebagai sarana publikasi para akademisi seperti membagikan catatan, tes, kuis, penelitian, pembahasan, dan sebagainya.

Sebenarnya, cara kerja blackboard hampir sama dengan papan tulis hitam konvensional. Namun saat pemecahan masalah pelajaran, ia menampilkan animasi yang memicu pemahaman siswa terhadap materi lebih baik.

2. Voice Assistant

Sebagaimana assistant smartphone, ini bisa kita terapkan di dunia pendidikan. Memudahkan siswa dalam mencari informasi tentang mata pelajaran saat itu menggunakan perintah suara. Voice assistant ini bekerja baik dalam input maupun output.

Jika bijak menggunakan perkembangan teknologi, AI bukan ancaman melainkan sebuah peluang memperoleh kualitas pendidikan lebih baik lagi. Kira-kira, apakah Indonesia siap menggunakannya dan meningkatkan peringkat pendidikan di mata dunia, ya?

Voice assistant dalam pendidikan hanya akan bekerja dengan kata kunci (keyword) tertentu. Hasil pencarian yang muncul juga masih berkaitan dengan pendidikan, bukan hal lain yang umum. Ini menjadi batasan untuk siswa tidak mendapat hal negatif dari penerapan AI voice assistant.

3. Smart Content

Adanya smart content dari AI untuk pendidikan, tentunya membuat siswa memperoleh pengetahuan terbaru dan terkini. Apa yang mereka pelajari relevan dengan keadaan sekarang. Smart content menyediakan bahan bacaan dari buku pelajaran yang baru rilis.

Tutor siswa, baik itu guru atau orang tua wajib mengikuti perkembangan penerapan AI di bidang pendidikan. Termasuk mengarahkan bagaimana cara menggunakan AI agar tidak menimbulkan bahaya untuk anak.

4. Smart Presentation

Mengingat pendidikan di Indonesia bukan yang terbaik di dunia, kita perlu mendapat tambahan referensi dari luar negeri. Teknologi AI di sini berperan menerjemahkan ke bahasa Indonesia sesuai dengan intonasi, gaya bahasa, dan kalimat yang mudah siswa pahami.

Fakta artificial intelligence, ternyata bisa menambah efek visual seperti video presentasi manusia aslinya. Hal ini membuat presentasi yang semula hanya teks tampak membosankan, menjadi ada efek visual yang menarik dalam proses pembelajaran.

5. Personalized Learning

Teknologi AI akan menyesuaikan gaya belajar yang paling sesuai dengan keadaan siswa. Tidak semua siswa bisa maksimal belajar dengan visual, beberapa di antaranya perlu audio. Atau beberapa yang lain perlu praktik (kinestetik) menggunakan alat peraga dan robot pintar.

Tantangan di depan mata sebelum menerapkan AI dalam bidang ini adalah apakah sumber daya manusia cukup terlatih menggunakan teknologi? Terutama para pendidik dan orang tua siswa, sebab metode belajar menggunakan AI tidak hanya terjadi di sekolah saja.

Demikian itulah beberapa penerapan AI di bidang pendidikan yang membantu mencapai tujuan pembelajaran, di dalam maupun luar kelas. Menurut Anda, apakah menerapkan teknologi modern ke bidang ini bisa mengangkat peringkat pendidikan di Indonesia?