Aset Investasi Paling Rendah Risiko, Cocok untuk Pemula

9/8/23, 7:54 AM
Aset Investasi Paling Rendah Risiko, Cocok untuk Pemula

Instrumen dan aset investasi paling rendah risiko lebih cocok untuk jangka panjang. Mungkin, Anda sudah tidak lagi asing dengan istilah high risk high return, semakin tinggi risiko semakin tinggi pula keuntungannya.

Meskipun high risk high return, tidak menutup kemungkinan investasi dengan instrumen minim risiko tetap memberi keuntungan maksimal nantinya. Contoh investasi berisiko rendah ada banyak sekali, mulai dari aset hingga tabungan.

Hal ini lebih cocok untuk investor yang masih belajar mengenal bagian dan cara investasi. Termasuk untuk pemula yang tidak ingin mengalami kerugian dalam jumlah besar di awal prosesnya. Apa saja investasi kekinian dengan risiko kerugian paling rendah?

Aset Investasi Paling Rendah Risiko untuk Proses di Awal Karier

Memang ketika berinvestasi pada aset atau instrumen yang rendah risiko, kemungkinan keuntungan yang Anda dapatkan tidak sebesar pada aset tinggi risiko. Misalnya ingin belajar tentang investasi saham dapat mulai dari analisis perkembangannya di pasar.

Memulai investasi pada aset yang minim risiko, memberi kesempatan untuk learning by doing, belajar dengan cara praktik langsung. Sehingga kemudian hari di mana pengetahuan dan analisis Anda sudah matang, dapat memperoleh keuntungan lebih besar pada aset tinggi risiko (high risk high return).

Berikut ini beberapa contoh aset investasi paling rendah risiko yang sudah APK Modis rangkum dari berbagai sumber.

1. Tabungan Deposito

Aset pertama adalah tabungan deposito, investasi ini bahkan nyaris tanpa risiko sama sekali. Satu-satunya risiko yang mungkin terjadi adalah penurunan suku bunga dari bank tempat menyimpan tabungan deposito tersebut.

Kabar baiknya, ada banyak bank di Indonesia bisa Anda jadikan tempat deposito. Cobalah untuk riset satu per satu guna menemukan bank yang menawarkan bunga deposito paling tinggi. Tabungan deposito ini tergantung pada jumlah nilai tabungan Anda.

Semakin tinggi nilai deposito yang Anda masukkan, keuntungan juga semakin besar. Jangka waktu deposito bervariatif, mulai dari 1 sampai 24 bulan. Masing-masing bank punya kebijakan tersendiri dalam lamanya jangka waktu deposito.

Dengan kata lain, saat uang Anda berada di tabungan deposito bank, tidak bisa ditarik atau digunakan untuk keperluan. Pastikan uang deposito sudah terlepas dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari, ya.

2. Investasi Emas

Sejak dulu, emas merupakan salah satu aset investasi paling rendah risiko. Anda dapat membaca cara investasi emas di zaman modern terlebih dulu agar memahami bagaimana ini bekerja.

Emas bukan hanya investasi kekinian untuk remaja, tetapi masih berlaku bagi para lansia. Di zaman modern, lebih mudah melakukan investasi emas tanpa harus mengumpulkan banyak uang terlebih dulu.

Anda bisa investasi di aplikasi dengan sistem tabungan mulai Rp 10 ribu saja. Melalui investasi itu, nantinya dapat dicetak menjadi emas batangan atau langsung Anda jual ketika harga sedang tinggi. Meski begitu, investasi pada aset ini harus sabar, yaitu minimal 5 tahun ke depan.

Saran investasi emas adalah emas batangan, bukan emas perhiasan. Sebab, emas perhiasan dalam bentuk kalung, gelang, cincin, atau anting terdapat biaya pembuatan yang berpengaruh pada harga beli Anda nantinya.

3. Investasi Properti

Kemudian ada investasi properti meliputi banyak hal di antaranya: sewa properti, bisnis flip properti, jual beli, lahan, hingga saham properti. Sayangnya, untuk menjalankan investasi properti membutuhkan modal yang tidak sedikit, jangka waktu yang diperlukan juga cukup lama.

Ini menjadi aset yang minim sekali risiko, kecuali terkena bencana alam pada bangunan properti. Lokasi properti yang strategis, misalnya di dekat universitas, kemungkinan besar harganya melesat seperti roket dalam jangka waktu singkat.

Begitu pula properti di pusat keramaian, pinggir jalan raya, dekat bandara, atau tempat strategis lainnya. Memulai investasi dalam bidang ini wajib memperhatikan kemungkinan terjadinya bencana. Seperti bencana banjir, gempa, longsor, angin puyuh, tsunami, atau gunung meletus.

Risiko lain dalam investasi properti selain bencana alam adalah penipuan, pemalsuan surat, serta developer bodong. Oleh karenanya, penting teliti ketika hendak mengadakan kerja sama investasi properti dengan rekan bisnis.

4. Valuta Asing (Valas)

Aset investasi paling rendah risiko berikutnya ada Valuta Asing (Valas), walaupun minim risiko tidak banyak yang membahasnya. Ini merupakan kegiatan penanaman modal dengan cara membeli mata uang asing ketika harganya rendah, kemudian menjualnya ketika harganya tinggi.

Walaupun kurs mata uang bersifat fluktuatif, perbedaannya tidak terlalu tampak signifikan. Cocok sebagai aset investasi jangka pendek hingga menengah lantaran perubahan kurs setiap harinya.

5. Per to Peer Lending (P2P)

Kemudian, investasi Peer to Peer Lending (P2P) ini lebih mengarah pada penanaman modal kepada perusahaan pinjaman online (pinjol). Mengapa risikonya rendah? Sebab, risiko yang terjadi berkaitan dengan peminjam yang gagal bayar (galbay).

Penting kiranya untuk berinvestasi pada pinjol resmi OJK agar risikonya semakin kecil. Berbeda jika Anda berinvestasi pada pinjol ilegal, kemungkinan risiko galbay sangat besar.

Itulah daftar aset investasi paling rendah risiko yang bisa Anda pertimbangkan lebih dulu. Walaupun keuntungan tidak sebesar contoh investasi berisiko tinggi, aset di atas bisa untuk berbagai keperluan Anda. Seperti keperluan mengamankan dana, belajar investasi, atau lainnya.