Perbedaan Inflasi dan Deflasi serta Pengaruhnya terhadap Ekonomi

9/14/23, 7:38 AM
Perbedaan Inflasi dan Deflasi serta Pengaruhnya terhadap Ekonomi

Apa saja perbedaan inflasi dan deflasi dalam praktik ekonomi? Kedua hal tersebut mempunyai dampak dan pengaruh yang signifikan, bahkan bisa berpengaruh pada stabilitas ekonomi suatu negara. Guna mengetahui perbedaannya, akan lebih mudah dengan memahami pengertiannya terlebih dulu.

Pada artikel ini, APK Modis akan membahas tentang keuangan dan beberapa fakta di dunia. Ternyata ada negara dengan peningkatan inflasi luar biasa yang mengakibatkan runtuhnya ekonomi di sana.

Perbedaan Inflasi dan Deflasi secara Umum

Fenomena inflasi dan deflasi dalam finance tidak jarang terjadi, salah satu contoh paling nyata terjadi di negara Venezuela. Di negara tersebut, inflasi meningkat bak roket mencapai 9.536% pada 2019 lalu. Hal itu menyebabkan harga kebutuhan sehari-hari naik begitu signifikan.

Ketika mengunjungi Venezuela, mungkin Anda harus membawa tumpukan uang menggunakan troli di jalan raya sekadar untuk membeli beras. Berikut ini beberapa perbedaan inflasi dan deflasi secara umum.

1. Pengertian

Inflasi adalah keadaan di mana harga barang naik secara terus-menerus. Sedangkan deflasi adalah keadaan di mana harga barang turun secara terus-menerus.

Berdasarkan pengertian itu, jika inflasi terjadi maka memberi keuntungan terhadap para pebisnis. Pemilik bisnis yang menghasilkan produk kebutuhan sehari-hari, akan memperoleh laba jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Sebaliknya, inflasi berakibat buruk pada rakyat secara umum, lantaran harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk memenuhi kebutuhan.

2. Uang Beredar

Perbedaan berikutnya dapat kita lihat dari jumlah uang yang beredar di suatu negara. Saat inflasi, jumlah uang yang beredar semakin sedikit. Sedangkan saat deflasi, jumlah uang yang beredar semakin banyak.

Jika Anda mencari di internet tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Venezuela, sepertinya uang bagi mereka sekadar tumpukan kertas. Nilai mata uang saat terjadi inflasi di atas sembilan ribu persen benar-benar membuat negara tersebut hancur secara ekonomi.

Berbeda halnya jika deflasi terjadi, masyarakat di suatu negara menyadari bahwa nilai tukar mata uang negara itu meningkat. Ini sejalan membangun kebiasaan menabung lantaran meningkatkan kesejahteraan suatu negara.

3. Harga Barang

Perbedaan inflasi dan deflasi berikutnya terkait dengan harga barang di suatu negara. Berdasarkan hukum ekonomi, banyaknya jumlah uang yang beredar membuat harga barang meroket saat inflasi. Lain hanya dengan deflasi, di mana harga barang terjun payung sehingga mayoritas masyarakat dapat memilikinya.

Dampaknya apa? Ketika inflasi masyarakat membutuhkan lebih banyak lembar uang untuk menebus barang. Sedangkan ketika deflasi, dengan sedikit uang masyarakat sudah bisa menebus barang tersebut.

4. Daya Beli

Kalau semua barang dan jasa menjadi mahal, apakah daya beli masyarakat sama dengan saat semuanya murah? Tentu saja tidak, hal ini pula yang menjadi pembeda dari keduanya. Sedangkan kalau semua harga menjadi murah, daya beli masyarakat meningkat.

Inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat, sebab untuk membeli sedikit barang butuh banyak uang. Deflasi akan meningkatkan daya beli masyarakat, sebab untuk membeli banyak barang butuh sedikit uang.

5. Nilai Riil Mata Uang

Inflasi mengakibatkan nilai riil mata uang suatu negara menurun, sedangkan deflasi mengakibatkan nilai riil mata uang suatu negara meningkat. Adanya penurunan dan peningkatan nilai riil mata uang ini, berimbas cukup besar pada utang.

Perbedaan Inflasi dan Deflasi Berdasarkan Dampaknya pada Ekonomi

Inflasi dan deflasi memiliki dampak bagi masyarakat, pelaku bisnis, investor, bahkan suatu negara secara umum. Agar lebih rinci, berikut ini beberapa dampak keduanya untuk ekonomi.

1. Dampak Inflasi

Inflasi mengakibatkan dampak di antaranya:

a) Pertumbuhan ekonomi suatu negara menjadi terhambat;

b) Investasi, menabung, dan menyimpan aset dari masyarakat berkurang;

c) Masyarakat yang memiliki penghasilan rendah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kenaikan harga;

d) Nilai mata uang riil suatu negara melemah.

2. Dampak Deflasi

Deflasi mengakibatkan dampak di antaranya:

a) Jika masih dalam taraf wajar, deflasi memberi dampak positif karena barang dan jasa dapat terjangkau dengan harga murah;

b) Pelaku bisnis mengalami kerugian karena harga terus-menerus mengalami penurunan;

c) Memicu kekacauan ekonomi internal negara jika deflasi di luar ambang batas wajar;

d) Kemungkinan PHK massal kepada karyawan karena perusahaan berusaha menekan biaya produksi untuk menghasilkan produk murah;

e) Nilai mata uang riil suatu negara menguat.

Pengaruh inflasi dan deflasi kalau masih wajar sebenarnya memberi dampak yang positif untuk ekonomi. Lain halnya jika itu sudah tidak wajar, masyarakat wajib berhati-hati dalam karena itu berpengaruh langsung pada pemenuhan kebutuhan.

Bukan tidak mungkin, inflasi yang mencapai ribuan persen akan memunculkan budaya barter atau tukar-menukar barang lagi. Sebagaimana di Venezuela, Zimbabwe, dan Lebanon yang mengalami inflasi mengenaskan (hiperinflasi) dengan mata uang seperti tidak ada harganya.

Sekian penjelasan perbedaan inflasi dan deflasi sekaligus dampaknya pada perekonomian suatu negara. Memiliki aset investasi emas dianggap dapat memberi keadaan finansial aman untuk masyarakat.