5 Jenis Investasi Jangka Pendek Mulai 3 Bulan

9/16/23, 7:56 AM
5 Jenis Investasi Jangka Pendek Mulai 3 Bulan

Ada beberapa jenis investasi jangka pendek yang bisa Anda pertimbangkan. Investasi merupakan salah satu hal penting dalam keuangan (finance) yang berkaitan dengan kecerdasan finansial. Membiasakan melakukan investasi sejak dini, ibaratnya menabur benih yang nantinya bisa Anda panen hasilnya.

Dalam praktiknya, tidak semua investasi membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya. Jenis investasi jangka panjang, misalnya 10 tahun adalah emas. Itu merupakan aset yang bertahan sekaligus senantiasa mengalami kenaikan.

Namun, agar keuntungan lebih besar harus sabar menunggu dalam jangka waktu lebih lama. Pada kesempatan kali ini, APK Modis akan memberi gambaran apa saja jenis investasi jangka pendek yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

Selain waktu, penting memperhatikan risiko kerugian yang mungkin terjadi dalam investasi. Termasuk memahami bagaimana keadaan ekonomi suatu negara saat itu, apakah mengalami inflasi atau deflasi.

Jenis Investasi Jangka Pendek di Bawah 12 Bulan

Investasi emas memang tergolong sebagai jangka panjang di atas 5 tahun agar hasilnya memuaskan. Setiap jenis investasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kelebihan investasi jangka pendek adalah fleksibel untuk mencairkan aset menjadi uang.

Sedangkan kekurangannya, keuntungan investasi jangka pendek dianggap kurang greget daripada jangka panjang. Untuk kekurangan ini, seorang investor (orang yang melakukan investasi) perlu mempunyai keahlian khusus agar keuntungannya maksimal.

Apa saja aset atau instrumen investasi jangka pendek ini?

1. Deposito

Pada urutan pertama ada tabungan deposito yang sangat fleksibel dan terkenal sebagai aset investasi paling rendah risiko. Deposito merupakan investasi jangka 3 bulan untuk waktu minimum, sedangkan maksimum tergantung masing-masing bank atau tempat Anda membuka tabungan.

Guna mendapat keuntungan lebih besar dalam instrumen investasi ini, Anda perlu memiliki modal yang besar pula. Ketika jangka waktu investasi belum berakhir, investor tidak bisa menarik uang dalam tabungan deposito.

Saran kami, Anda mengunjungi bank dan meminta informasi tentang tabungan deposito ini. Sehingga dapat memahami bagaimana investasi dalam jangka pendek jenis ini berjalan.

2. Reksa Dana

Selain deposito, ternyata reksa dana menjadi instrumen yang banyak digunakan oleh para investor pemula. Pasalnya, aset investasi satu ini beragam jenisnya, sekaligus dapat menjadi portofolio tersendiri untuk investor agar mendapatkan modal.

Jenis reksa dana yang umum investor ambil adalah pasar uang, pendapatan tetap, reksa dana saham, serta campuran. Reksa dana memang menjadi aset investasi jangka pendek, keuntungan besar walaupun risikonya lebih besar daripada deposito.

Walaupun begitu, Anda masih bisa masuk ke dalam reksa dana karena ini juga instrumen investasi dengan modal kecil. Anda bisa mulai investasi dengan menggunakan aplikasi atau website resmi untuk membeli secara online.

3. P2P Lending

Instrumen investasi satu ini cukup sering menjadi pembicaraan lantaran mudah, singkat, dan menguntungkan. P2P Lending adalah kependekan dari Peer to Peer Lending, di mana Anda menanam modal pada perusahaan fintech seperti pinjaman online (pinjol).

Dalam berinvestasi pada instrumen P2P Lending, penting kiranya memperhatikan bahwa perusahaan fintech tersebut resmi dan diawasi oleh OJK. Pinjol ilegal memang lebih mudah cair, tetapi punya risiko besar.

Risiko dalam investasi P2P Lending adalah peminjam (nasabah) gagal bayar pinjaman. Sedangkan keuntungannya berasal dari suku bunga pinjaman.

4. Investasi Saham

Saham itu fleksibel, bisa Anda terapkan sebagai aset investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Sebelum terjun ke dalam investasi saham, alangkah lebih baik melihat bagaimana panutan Anda melakukannya.

Investor saham seringkali memiliki panutan seperti tokoh Lo Kheng Hong, bahkan ia terkenal sebagai Warren Buffett dari Indonesia. Lo Kheng Hong berkat investasi saham memiliki total aset kekayaan triliunan rupiah.

Memang, hasil keuntungan dari investasi jangka pendek menggunakan saham tinggi. Tetapi sebagaimana prinsip high risk high return, risikonya juga sama-sama besar. Perlu analisis mendalam, memahami pasar, hingga tidak kudet dengan berita ekonomi.

5. Tabungan Berjangka

Jika Anda sudah memahami jenis investasi jangka pendek tabungan deposito, tentunya akan jauh lebih mudah memahami apa itu tabungan berjangka. Keduanya, tabungan berjangka dan deposito, memang hampir sama. Tetapi masih mempunyai perbedaan sebagai berikut:

a) Jumlah Setoran Awal

Dana awal deposito sudah Anda tentukan sebelumnya, tidak bisa bertambah atau berkurang. Sedangkan tabungan berjangka punya rencana setoran untuk mencapai target dalam jangka waktu tertentu per bulan.

Misalnya, Anda memasukkan dana awal untuk deposito sebesar 15 juta. Anda bisa menambah atau mengurangi jumlah tersebut setelah jatuh tempo. Lain halnya dengan tabungan berjangka di mana Anda akan menyerahkan setoran awal, lalu menyetor sisanya seperti mengangsur.

b) Biaya Penalti

Keduanya sama-sama punya biaya penalti (hukuman). Deposito penalti berkaitan dengan mencairkan dana sebelum jatuh tempo, sedangkan tabungan berjangka penalti tentang keterlambatan setoran. Oleh karenanya, jika ingin mengambil investasi tabungan berjangka pastikan memiliki pemasukan tetap terlebih dulu.

Berdasarkan beberapa jenis investasi jangka pendek di bawah 1 tahun tersebut, mana yang paling menarik perhatian Anda? Apakah Anda sudah menjalankan salah satunya?